Foto para khotimin 2011

TPQ AL AMANAH 



TPQ AL AMANAH I

 

Pada bulan Oktober 1996 mengawali kegiatan pengajian dengan sekitar 15 orang dengan seorang guru Ustdh Dwi Astuti.

TPQ yang baru berdiri ternyata disambut antusias oleh masyarakat sehingga dalam waktu singkat jumlah muridnya meningkat  tajam sehingga tempatnya akhirnya hrs menempati lokasi baru dengan guru-guru yang dididik langsung di Majlis Ta’lim Al Qur’an kaum ibu.

Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan adalah apabila mampu menghasilkan lulusan seperti yang diharapkan, dan begitulah setiap tahun semenjak tahun 2001, TPQ Al Amanah telah mampu meluluskan santri(khotimin) sesuai dengan standard yang telah ditetapkan oleh Pengurus Qiroati,akhirnya melihat keberhasilan dari lulusan pertama maka Koordinator Qiroati Kabupaten Bogor yang semula di amanahkan kepada Pesantren An Nizhomiyah akhirnya dipindah amanahkan kepada Ustdh. Dwi Astuti dari Yayasan Fajrul Amanah.

Setiap tahun TPQ Al Amanah terus secara rutin menggelar acara Khotaman wal Imtihan dan akhirnya berhubung jangkauan jarak santri murid semakin jauh maka dibukalah TPQ 2 pada tahun 2004 untuk mempermudah jangkauan masyarakat yang ingin belajar Qiroati di Yayasan Fajrul Amanah.

Qiroati sebagai sebuah metode belajar mengajar Al Qur’an yang ditemukan oleh Al Mukarom KH Dahlan Salim Zarkasy semula banyak disalah mengerti oleh masyarakat karena dari ketelitian dan sulitnya proses belajar. Namun dengan penjelasan dan kesabaran para guru ngaji akhirnya masyarakat menjadi sadar bahwa memang begitulah seharusnya belajar Al Qur’an harus menggunakan metode musyafahah/talaqi, dan itulah metode satu-satunya yang diajarkan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW agar keaslian Al Qur’an tetap terpelihara.

Bagi anak-anak yang telah menyelesaikan jenjang TPQ maka mereka masuk ke jenjang selanjutnya yaitu Sekolah Al Qur’an (SQ) di level ini para santri harus mulai belajar tahfiz Al Qur’an bil ghoib dengan hafalan.

Tahun 2008 setelah banyak kasus di banyak lembaga Qiroati di Jabotabek yang menggunakan Qiroati asal-asalan, maka Pengurus Pusat meminta kepada Pengurus Wilayah Jabodetabek untuk mengembalikan Qiroati kejalur yang benar:

  1. Guru Qiroati harus bersyahadah
  2. Peredaran buku Qiroati harus dikontrol
  3. Lembaga-lembaga yang tidak mau mengikuti aturan disuruh pindah metode lain.

Alhasil sebagian besar lembaga pengguna Qiroaati di Jabotabek harus pindah dengan metode lain, dan lembaga yang sungguh-sungguh menggunakan Qiroati harus membenahi diri agar hasil mengajar kepada anak-anak seperti yang diharapkan oleh pak Kyai Dahlan bahwa

Tidak ada santri yang bodoh, yang ada adalah Guru yang tidak bisa mengajar”

“Santri itu tidak usah banyak-banyak yang penting mentes(jadi)”

“Bukan yang penting ngaji, tetapi ngaji itu penting”

“ Belajar itu harus dan mengajar itu tidak harus”

Rupanya akibat dari kebijaksanaan dari Pengurus Pusat sedemikian sehingga itupun berpengaruh kepada jumlah santri yang akhirnya menjadi menyusut karena ketatnya aturan tersebut.

Namun benar apa yang disampaikan oleh Guru Kita bahwa yang ngaji tidak perlu banyak-banyak yang penting jadi.

Maka semenjak diperlakukan penertiban tersebut kualitas santri meningkat terus, sebanding dengan peningkatan kualitas gurunya.

 

DAFTAR MATERI UJI

Test Akhir Santri (TAS) Qiroati

1.   Fasohah

2.   Tartil

3.   Tajwid

4    Ghorib

5    Hafalan Surat-Surat Pendek

6    Hafalan doa-doa

7    Praktek Sholat

8    Praktek Wudlu

Berdasarkan Silanas terakhir ke VI pada Maret 2012 diputuskan bahwa untuk Ujian TPQ yang semula ada HER untuk selain Fasohah dan Tartil, maka untuk di wilayah Jabodetabeka mulai bulan november sudah tidak ada Her.

PROSEDUR UJIAN TES AKHIR SANTRI (TAS)

 

Selesai semua buku pelajaran—àkelas Finishing–àUjian di Lembaga-à Ujian Pra TAS di Koordinator Cabang—-à TAS di Koordinator Jabodetabek di Ciputat

 

DAFTAR GURU TPQ

  1. Ustadzah Dwi Astuti (Koord Cabang)
  2. Usth Maini
  3. Usth Zaidah
  4. Usth Zuyyidah
  5. Usth Nur Cahyani
  6. Usth Suntarsih
  7. Usth Bunzuri

Semuanya sudah bersyahadah

TPQ AL AMANAH 2

Karena banyaknya jumlah santri dari kawasan Griya Bukit Jaya di blok T dan S, maka atas permintaan dari banyak wali santri maka dibukalah TPQ Al Amanah 2 pada tahun 2004 beralamat di blok T7 no 7 (Rumah Ibu Khoirun Nisa).

Pembukaan cabang TPQ juga untuk mengurangi kepadatan di TPQ Al Amanah 1 yang santrinya sudah terlalu banyak sekitar 500 orang.

Sebagai cabang baru maka ditugaskanlah Ustdh. Khoirunnisa dan Ustdh Ikah sebagai guru yang bertanggung jawab dalam pengajaran Qiroati di sana .