[URL=http://www.marqueetextlive.com][IMG]http://img-s3-01.mytextgraphics.com/marqueetextlive/2013/08/11/b30b5143f90541ec5f1dc204c7df058f.gif[/IMG][/URL] CERMIN HATI - Yayasan Fajrul Amanah
Sub Logo

Yayasan Fajrul Amanah

CERMIN HATI

WAJAH KITa  oleh Agus Abu Rauzan

Di dunia ini entah sudah pernah terbit berapa milyar wajah manusia, wajah aneka binatang dengan species yang berbeda-beda, hebatnya tidak ada orang atau binatang yang wajahnya persis sama.

Kita sendiri mungkin sudah berteman dengan ratusan atau mungkin ribuan orang dengan wajah yang berbeda-beda,bahkan mungkin kalau ada teman kita yang dilahirkan kembar dua, tiga atau lebih tetap saja tidak ada yang indentik 100 persen. Betapa hebat sang arsitek wajah yang setiap hari harus membuat design wajah dengan model yang baru, aneka warna, aneka motif dan hebatnya lagi dikerjakan ketika manusia masih dalam ruang rahim sang ibunya.

Yang lebih hebat lagi ternyata wajah masih menyimpan misteri tentang kekuatan atau potensi yang sifatnya non fisik, ada wajah yang enak dilihat ada yang nyebelin he he he, bahkan konon kalau orang yang wajahnya tidak otomatis ramah jangan pernah bercita-cita menjadi marketing atau dunia pemasaran karena belum apa-apa pasti sudah ditolak untuk bicara lebih lama.

Karena itu Rasulullah sendiri sebagai orang yang pernah sukses menjadi pemasar dan pebisnis menyuruh kita untuk tetap tersenyum setiap ketemu orang ( kalalu senyum ketika sendirian pasti dianggap gila lho), bahkan beliau mengatakan “Senyum itu adalah sedekah”.

Lebih dari itu ternyata berbeda lho wajahnya orang yang sholeh dengan orang yang tholeh (maksudnya tolah tholeh he he), coba bandingkan wajah seorang ahli ibadah (ustad, kyai, ulama) dengan seorang dukun (hati-hati lho sekarang banyak dukun yang panggilannya UstadZ)pasti berbeda, padahal mungkin masih satu keturunan, hanya beda profesi di masyarakatnya.

Al Hasan bin Ali cucunya Nabi SAW pernah ditanya :

“Mengapa orang yang selalu shalat tahajjud wajahnya selalu bersinar dan cerah/berseri?”

Jawab Hasan  :” Karena mereka  tiap malam menyepi bersama Yang Maha Rohman, sehingga Dia memberikan cahaya pada wajahnya dengan NurNya”

Jadi orang yang ahli tahajud/ahli ibadah mukanya akan kelihatan bercahaya bukan karena operasi aura tetapi karena mendapat charge dari cahayanya Allah, bagaimana dengan kita ???